ilustrasi
New York, Sigmanews.co.id - Kurs dolar melemah terhadap euro
pada Jumat pagi (7/3/2014) WIB, menjelang laporan ketenagakerjaan AS
untuk Februari dan setelah prospek cerah pada ekonomi zona euro dari
Bank Sentral Eropa (ECB).
pada Jumat pagi (7/3/2014) WIB, menjelang laporan ketenagakerjaan AS
untuk Februari dan setelah prospek cerah pada ekonomi zona euro dari
Bank Sentral Eropa (ECB).
Euro diperdagangkan pada 1,3861 dolar pada sekitar 22.45 GMT (Jumat
pukul 05.45 WIB), naik tajam dari 1,3734 dolar pada Rabu sore.
Sebelumnya pada hari itu mata uang bersama Eropa sempat mencapai 1,3873
dolar, tingkat tertinggi sejak akhir Desember.
pukul 05.45 WIB), naik tajam dari 1,3734 dolar pada Rabu sore.
Sebelumnya pada hari itu mata uang bersama Eropa sempat mencapai 1,3873
dolar, tingkat tertinggi sejak akhir Desember.
Sementara Yen melemah terhadap kedua mata uang tersebut. Dolar naik
menjadi 103,08 yen dari 102,28 yen, sementara euro dibeli 142,88 yen
dibandingkan dengan 140,47 yen pada hari sebelumnya.
menjadi 103,08 yen dari 102,28 yen, sementara euro dibeli 142,88 yen
dibandingkan dengan 140,47 yen pada hari sebelumnya.
Nilai Euro lebih tinggi setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan suku
bunganya dan kepala ECB Mario Draghi tampak optimis tentang pertumbuhan
di 18-negara zona euro .
bunganya dan kepala ECB Mario Draghi tampak optimis tentang pertumbuhan
di 18-negara zona euro .
Kurs dolar berada di bawah tekanan karena investor bersiap untuk
mendengar laporan ketenagakerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja AS
pada Jumat waktu setempat.
mendengar laporan ketenagakerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja AS
pada Jumat waktu setempat.
Para analis memperkirakan penciptaan lapangan kerja bersih meningkat
menjadi 163.000 pada Februari setelah hanya 113.000 pada Januari.
Sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan terus stabil di 6,6
persen. (ant)
menjadi 163.000 pada Februari setelah hanya 113.000 pada Januari.
Sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan terus stabil di 6,6
persen. (ant)
Kurs Dolar Melemah Terhadap Euro | Sigmanews.co.id





